|
Jumat lalu (22/02), kembali diadakan kolokium di Program Studi Astronomi. Di Ruang Seminar 2 Program Studi Astronomi, telah duduk Prof. Douglas Singleton dari California State University, Fresno. Beliau lah yang akan membawakan materi perkenalan dark energy dari pukul 14.30 WIB hingga sekitar satu setengah jam ke depan.
Setelah sebelumnya memperkenalkan diri, bercerita tentang universitas asal dan akses beasiswa Fulbright secara ringkas, Prof. Singleton mulai membawakan materi yang sangat menarik. Untuk memudahkan peserta kolokium, beliau mengadakan sesi tanya-jawab kecil-kecilan setiap selesai menyampaikan satu pokok bahasan.
Pokok bahasan pertama adalah mengenai deskripsi dark energy, kaitannya dengan hukum Hubble, teori Big Bang, dan akselerasi pengembangan alam semesta. Kemudian, dilanjutkan dengan pokok bahasan mengenai hubungan dark energy dengan teori relativitas umum (general relativity). Dijelaskanlah betapa fenomena kosmologis seperti dark energy membutuhkan teori relativitas umum. Betapa salahnya jika kita menganggap dark energy adalah sesuatu yang aneh, sementara lebih dari 70% Alam Semesta diisinya. Diceritakan pula mengenai hubungan density parameter dengan CMB anisotropy. Setelah itu, materi beranjak ke bukti-bukti keberadaan dark energy. Bukti-bukti tersebut contohnya berupa observasi supernova tipe Ia, SNIa, akresi massa bintang katai putih, perbandingan tegak lurus antara data supernova dengan pengukuran CMB, dan BAO. Terakhir, beliau juga membahas beberapa model yang berkaitan dengan dark energy.
“Dari deskripsi sampai tengah-tengah (sebelum memasuki bahasan mengenai model), materinya dapat ditemui dalam mata kuliah Gravitasi Kosmologi B. Setelah itu, sama sekali baru,” Wira Hadiputrawan, mahasiswa Astronomi angkatan 2009, memberikan komentarnya mengenai materi.
Setelah materi selesai dibawakan dan dibuka sesi tanya-jawab terakhir, Prof. Singleton menyampaikan sedikit mengenai inflasi. Inflasi yang dimaksud di sini adalah teori mengenai pengembangan eksponensial yang terjadi beberapa saat setelah Big Bang. Inflasi ini adalah topik penelitian yang sedang dilakukan beliau, yang ternyata seharusnya menjadi bahasan utama kolokium, dibanding dengan dark energy yang hanya meliputi sebagian kecilnya saja.
“Well, I can come here again and talk about it if you want to,” ujar Prof. Singleton, beberapa saat sebelum kolokium akhirnya ditutup, mengenai harapan peserta untuk mengetahui tentang penelitian beliau.(HRE) |